Lessons of Life

Renungan dipengujung tahun 2011 (masehi)

Tak terasa waktu cepat berlalu, dan di pengujung tahun ini mudah-mudah masih terisisa waktu untuk bermuhasabah, merenungkan kembali masa-masa yang telah dilalui dengan segala kenangan baik yang positif maupun negatif.

Terngiang kembali makna surat yang tak bosan-bosannya sering kita baca: Demi masa,[1]. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian,[2]. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran.”[3]

Semoga waktu yang kita miliki dimasa mendatang tidak menjadikan kita menjadi manusia yang merugi

Jalan-jalan, Lessons of Life

Makan siang yang memberi “pelajaran”

mbah-jingkrakHari ini kami (beberapa orang sekantor) berkunjung untuk makan siang ke sebuah rumah makan di bilangan Setiabudi Tengah No. 11, rumah makan ini menurut saya cukup “antik”, dengan nama Mbah Jingkrak, sebuah rumah makan yang mengklaim dirinya Spesial Masakan Jowo… dengan bantuan om gugel (GoogleEarth) posisi rumah makan ini ada di sekitaran 6°12’31.94″S dan 106°49’35.91″E (koreksi kalo salah ya, soalnya gak bawa GPS nih)

Suasana tempat makan cukup “cozy”, pada bagian depan sebelum tamu masuk ke tempat makan, masakan dihidangkan untuk dapat dipilih pengunjung, beberapa jenis masakan ala Jawa sesuai judul rumah makan ini … nasinya dapat kita pilih dari jenis nasi merah atau nasi putih biasa (yang disajikan diatas prirng dengan alas daun pisang), lauk-pauk (beberapa jenis ikan, tahu/tempe, telor, ayam) dan sayur mayur serta sambal terdapat beberapa pilihan… salah satu sambal special mereka diberi nama “sambal iblis”… he. he. he. mungkin paling tuob ya pedasnya .. 

spanduk-mbah-jingkrakkolam

Untuk sebuah rumah makan menurut saya menu yang disajikan “biasa-biasa plus” saja (maklum sih bukan pakar kuliner… he. he. he), alias tidak terlalu istimewa (cukup mak nyussss sih yaa …), namun suasananya yang cukup  memukau saya, dibagian belakang restoran bernuansa  kolam renang, dan makan siang diiringi dengan langgam-langgam jawa..  

Hari ini adalah kali kedua saya makan ditempat ini, dan pada kunjungan ini kami kebetulan  mendapat tempat di ujung belakang yang ternyata menyediakan beberapa rak yang berisi koleksi buku-buku menarik, dari mulai topik yang “ringan dan lucu” (olahraga misalnya) sampai topik-topik management yang cukup “berat”.

rak-bulku

8789-words-of-wisdomNah cerita menarik lain terjadi setelah saya melakukan “browsing” beberapa buku, mata saya terpaku pada sebuah buku kecil yang berjudul “8,789 Words of wisdom – by Barbara Ann Kipfer“, dari sekian ribu kata yang tertulis beberapa kata cukup mengesankan saya antara lain:

  • To teach is to learn twice
  • Seing life as an optimist is worth much more then money
  • Make happiness a habit
  • Make forgivness a practice

Wow … kata-kata ini seakan menjadi jawaban dari beberapa masalah yang selama ini saya miliki … kenyang deh hari ini, kenyang diperut, kenyang dipikiran dan kenyang dihati … serta kenyang dikantong (karena ditraktir he. he. he)  Alhamdullilah ….

peta
Lokasi rumah makan Mbah Jingkrak

Catatan tambahan:

  • Parkir cukup nyaman dengan tukang parkir (sekaligus bisa valet parking) yang ramah, kaca mobil diberi penutup panas
  •  Cukup murah (subyektif sih … makan berdelapan dibawah 400rb ..)
  • dan yang paling penting … krupuk GRATIS SEPUASNYA …. he. he. he. 
Jalan-jalan

Pengalaman routing perjalanan dengan Mobile GPS

scr000009Pagi hari ini saya memiliki kesempatan untuk mencoba “jalan-jalan” dengan menggunakan GPS Mobile, sebenarnyua gadget ini bukan barang baru untuk saya, kebetulan sudah lebih dari dua tahun belakangan  alat ini saya gunakan, cuma pada kesempatan pagi ini saya ingin mencoba routing dengan peta dari dari komunitas id-GPS  (Navigasi.net), peta yang saya gunakan adalah peta terbaru versi “mudik 2008”, kali ini saya juga tidak menggunakan PDA yang biasa menjadi “teman” bluetooth GPS yang saya miliki, tapi saya menggunakan handphone Nokia 6120c yang telah saya inject dengan perangkat lunak GMXT dari Garmin, hape ini saya pair dengan bluetooth GPS Holux M1000 (the cheapest bt GPS in the market, dengan performance yang menurut saya cukup menajubkan). Di dashboard mobil juga sengaja saya letakkan GPS kedua (eBontek) yang saya pergunakan untuk mencatat track dengan fungsi data-logger yang dimilikinya, dimana biasanya hasil track ini saya upload (koleksi) di GoogleEarth saya …

nokia-6120cRute yang saya coba adalah dari rumah (Bintaro) menuju kantor didaerah Kawi (Halimun-Guntur), berangkat pukul 9 lebih sedikit saya mengarah ke tol Bintaro (lingkar luar), beberapa saat sebelum masuk gerbang Bintaro GPS dan GMXT pada hape saya hidupkan, dengan cepat si Holux mendapatkan fix dan GMXT langsung menampilkan posisi saya di peta, segara saya pilih fungsi goto location di GMXT dan saya pilih lokasi kantor Kawi yang sudah saya simpan sebelumnya. Tidak berapa lama kemudian garis-garis tebal warna ungu telah tertampil di peta, yang menunjukkan dan menuntun saya ke arah tujuan, pada kesempatan ini garis tersebut mengarahkan saya memasuki jalan tol ….

Sepanjang perjalan di jalan tol lingkar luar, sesekali saya membandingkan kecepatan mobil yang ada di GPS dengan speedometer Grand Livina saya, eh ternyata terdapat selisih dimana spedometer menunjukan sekitar 10% lebih cepat dari yang di GPS … namun hal ini telah saya ketahui sebelumnya dari forum Livina yang saya ikuti …

bt-gps
Peletakan GPS di dashboard Livina

Sampai didaerah sekitar kampung rambutan GMXT masih memnuntun saya untuk tetap ada dijalur tol dan masuk ke tol dalkot (dalam kota) … namun karena memang kepengen coba-coba dan kepengan “jalan-jalan” saya sengaja keluar kearah cillitan dan mengarah ke pancoran, rencananya sih mau coba jalur tebet … tidak lama setelah sampai di pertigaan cawang GMXT kembali melakukan re-routing dengan arah baru mobil saya … rute diarahkan ke daerah kuningan … hmmm cukup bagus juga …

Didaerah MT Haryono sekitaran tebet kembali saya mencoba untuk “mbalelo” dari arah yang ditunjukkan GMXT, saya ambil arah masuk terowongan di dept. kelautan untuk mengarah ke tebet … dan GMXT telah saya paksa kembali untuk melakukan re-routing …. sebuah kesalahan kecil terjadi dengan arah di jalan tebet utara 1, si peta navigasi rupanya menuntun saya untuk memasuki jalan “verboden” … heeeehh wah rupanya data jalan ini belum dimasukkan dalam data ‘satu arah’ dalam peta “mudiik 2008”, bisa menjadi masukan nih untuk para pengembang (sukarela) peta …

Jalur berikutnya si peta dengan lancar jaya merujuk saya untuk mengarah ke casablanca dan menuju jalan kuningan, dan tak lama kemudian sampailah saya di kantor di daerah Kawi-Halimun-Guntur …

Lumayan, pengalaman pagi ini paling tidak telah memberikan keyakinan yang cukup untuk saya untuk kembali mencoba (jika ada kesempatan) GPS ini jalan-jalan ke daerah lain selanjutnya …

Lessons of Life

Menjadikan ayat-ayat kitab suci sebagai sumber pengetahuan kita

Dalam ilmu manajemen pengetahuan yang selama ini kita pelajari, definisi “pengetahuan” menurut Plato adalah .. justified true belief .., dari sudut pandang lain Xerox menbedakan antara kata information dari kata knowledge dengan definisi berikut: .. Knowledge is information into action … Jadi dapat juga diartikan bahwa jika sebuah informasi telah dapat digunakan sebagai bagian dari (pengambilan keputusan) aksi/tindakan kita maka informasi tersebut telah berubah menjadi sebuah pengetahuan (knowledge) dalam diri kita.

Dalam konteks judul diatas mungkin kadang-kadang tidak kita sadari bahwa betapa kita telah menggunakan isi kitab suci hanya sebagai sumber informasi semata, walapun sudah sering kali kita membacanya kadang tingkah laku kita masih tidak tercermin sebagaimana yang tertuang didalamnya, artinya informasi (ayat yang kita baca) masih tidak menjadikan aksi (amal) dalam kehidupan kita sehari-hari sesuai dengannya ….

Pun dari definisi pengetahuan sebagai justified true believed sering kali kita tidak menyadari bahwa kita hanya menerima isi kitab suci begitu saja .. take it for granted .. kita lupa bahwa Allah memberi kita dengan kekuatan akal, kita sering lupa dengan tidak melakukan evaluasi (pemahaman) atas ayat-ayat yang kita baca, mengapa ia diturunkan …. dan apa manfaatnya untuk kita (umat manusia) … sesunggunya kita diperintahkan untuk selalu ‘membaca’ (membuka akal pikiran kita dan memahami), baik ayat-ayat yang tertulis, maupun ayat-ayat yang tidak tertulis (yang tergambar dalam alam semesta ini) …

Lessons of Life

Memaknai Hidup **

** terinspirasi dari kutbah jum’at masjid Tangkuban Perahu, 31 Oktober 2008

Maknai hidupmu dengan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya

  1. Maknai masa mudamu sebelum datangnya masa tuamu
  2. Maknai masa sehatmu sebelum datangnya sakitmu
  3. Maknai kekayaanmu sebelum datangnya masa miskinmu
  4. Maknai waktu luangmu sebelum datangnya masa sibukmu
  5. Dan diatas semuanya, maknai hidupmu sebelum datangnya matimu

Demi masa (waktu) sesunggunya manusia selalu dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman yang selalu saling nasehat-menasehati dalam kebaikan dan kesabaran