jump to navigation

Makan siang yang memberi “pelajaran” December 22, 2008

Posted by noersaleh in Jalan-jalan, Lessons of Life.
add a comment

mbah-jingkrakHari ini kami (beberapa orang sekantor) berkunjung untuk makan siang ke sebuah rumah makan di bilangan Setiabudi Tengah No. 11, rumah makan ini menurut saya cukup “antik”, dengan nama Mbah Jingkrak, sebuah rumah makan yang mengklaim dirinya Spesial Masakan Jowo… dengan bantuan om gugel (GoogleEarth) posisi rumah makan ini ada di sekitaran 6°12’31.94″S dan 106°49’35.91″E (koreksi kalo salah ya, soalnya gak bawa GPS nih)

Suasana tempat makan cukup “cozy”, pada bagian depan sebelum tamu masuk ke tempat makan, masakan dihidangkan untuk dapat dipilih pengunjung, beberapa jenis masakan ala Jawa sesuai judul rumah makan ini … nasinya dapat kita pilih dari jenis nasi merah atau nasi putih biasa (yang disajikan diatas prirng dengan alas daun pisang), lauk-pauk (beberapa jenis ikan, tahu/tempe, telor, ayam) dan sayur mayur serta sambal terdapat beberapa pilihan… salah satu sambal special mereka diberi nama “sambal iblis”… he. he. he. mungkin paling tuob ya pedasnya .. 

spanduk-mbah-jingkrakkolam

Untuk sebuah rumah makan menurut saya menu yang disajikan “biasa-biasa plus” saja (maklum sih bukan pakar kuliner… he. he. he), alias tidak terlalu istimewa (cukup mak nyussss sih yaa …), namun suasananya yang cukup  memukau saya, dibagian belakang restoran bernuansa  kolam renang, dan makan siang diiringi dengan langgam-langgam jawa..  

Hari ini adalah kali kedua saya makan ditempat ini, dan pada kunjungan ini kami kebetulan  mendapat tempat di ujung belakang yang ternyata menyediakan beberapa rak yang berisi koleksi buku-buku menarik, dari mulai topik yang “ringan dan lucu” (olahraga misalnya) sampai topik-topik management yang cukup “berat”.

rak-bulku

8789-words-of-wisdomNah cerita menarik lain terjadi setelah saya melakukan “browsing” beberapa buku, mata saya terpaku pada sebuah buku kecil yang berjudul “8,789 Words of wisdom – by Barbara Ann Kipfer“, dari sekian ribu kata yang tertulis beberapa kata cukup mengesankan saya antara lain:

  • To teach is to learn twice
  • Seing life as an optimist is worth much more then money
  • Make happiness a habit
  • Make forgivness a practice

Wow … kata-kata ini seakan menjadi jawaban dari beberapa masalah yang selama ini saya miliki … kenyang deh hari ini, kenyang diperut, kenyang dipikiran dan kenyang dihati … serta kenyang dikantong (karena ditraktir he. he. he)  Alhamdullilah ….

peta

Lokasi rumah makan Mbah Jingkrak

Catatan tambahan:

  • Parkir cukup nyaman dengan tukang parkir (sekaligus bisa valet parking) yang ramah, kaca mobil diberi penutup panas
  •  Cukup murah (subyektif sih … makan berdelapan dibawah 400rb ..)
  • dan yang paling penting … krupuk GRATIS SEPUASNYA …. he. he. he. 
Advertisements

Pengalaman routing perjalanan dengan Mobile GPS November 8, 2008

Posted by noersaleh in Jalan-jalan.
5 comments

scr000009Pagi hari ini saya memiliki kesempatan untuk mencoba “jalan-jalan” dengan menggunakan GPS Mobile, sebenarnyua gadget ini bukan barang baru untuk saya, kebetulan sudah lebih dari dua tahun belakangan  alat ini saya gunakan, cuma pada kesempatan pagi ini saya ingin mencoba routing dengan peta dari dari komunitas id-GPS  (Navigasi.net), peta yang saya gunakan adalah peta terbaru versi “mudik 2008”, kali ini saya juga tidak menggunakan PDA yang biasa menjadi “teman” bluetooth GPS yang saya miliki, tapi saya menggunakan handphone Nokia 6120c yang telah saya inject dengan perangkat lunak GMXT dari Garmin, hape ini saya pair dengan bluetooth GPS Holux M1000 (the cheapest bt GPS in the market, dengan performance yang menurut saya cukup menajubkan). Di dashboard mobil juga sengaja saya letakkan GPS kedua (eBontek) yang saya pergunakan untuk mencatat track dengan fungsi data-logger yang dimilikinya, dimana biasanya hasil track ini saya upload (koleksi) di GoogleEarth saya …

nokia-6120cRute yang saya coba adalah dari rumah (Bintaro) menuju kantor didaerah Kawi (Halimun-Guntur), berangkat pukul 9 lebih sedikit saya mengarah ke tol Bintaro (lingkar luar), beberapa saat sebelum masuk gerbang Bintaro GPS dan GMXT pada hape saya hidupkan, dengan cepat si Holux mendapatkan fix dan GMXT langsung menampilkan posisi saya di peta, segara saya pilih fungsi goto location di GMXT dan saya pilih lokasi kantor Kawi yang sudah saya simpan sebelumnya. Tidak berapa lama kemudian garis-garis tebal warna ungu telah tertampil di peta, yang menunjukkan dan menuntun saya ke arah tujuan, pada kesempatan ini garis tersebut mengarahkan saya memasuki jalan tol ….

Sepanjang perjalan di jalan tol lingkar luar, sesekali saya membandingkan kecepatan mobil yang ada di GPS dengan speedometer Grand Livina saya, eh ternyata terdapat selisih dimana spedometer menunjukan sekitar 10% lebih cepat dari yang di GPS … namun hal ini telah saya ketahui sebelumnya dari forum Livina yang saya ikuti …

bt-gps

Peletakan GPS di dashboard Livina

Sampai didaerah sekitar kampung rambutan GMXT masih memnuntun saya untuk tetap ada dijalur tol dan masuk ke tol dalkot (dalam kota) … namun karena memang kepengen coba-coba dan kepengan “jalan-jalan” saya sengaja keluar kearah cillitan dan mengarah ke pancoran, rencananya sih mau coba jalur tebet … tidak lama setelah sampai di pertigaan cawang GMXT kembali melakukan re-routing dengan arah baru mobil saya … rute diarahkan ke daerah kuningan … hmmm cukup bagus juga …

Didaerah MT Haryono sekitaran tebet kembali saya mencoba untuk “mbalelo” dari arah yang ditunjukkan GMXT, saya ambil arah masuk terowongan di dept. kelautan untuk mengarah ke tebet … dan GMXT telah saya paksa kembali untuk melakukan re-routing …. sebuah kesalahan kecil terjadi dengan arah di jalan tebet utara 1, si peta navigasi rupanya menuntun saya untuk memasuki jalan “verboden” … heeeehh wah rupanya data jalan ini belum dimasukkan dalam data ‘satu arah’ dalam peta “mudiik 2008”, bisa menjadi masukan nih untuk para pengembang (sukarela) peta …

Jalur berikutnya si peta dengan lancar jaya merujuk saya untuk mengarah ke casablanca dan menuju jalan kuningan, dan tak lama kemudian sampailah saya di kantor di daerah Kawi-Halimun-Guntur …

Lumayan, pengalaman pagi ini paling tidak telah memberikan keyakinan yang cukup untuk saya untuk kembali mencoba (jika ada kesempatan) GPS ini jalan-jalan ke daerah lain selanjutnya …