Jalan-jalan, Lessons of Life

Makan siang yang memberi “pelajaran”

mbah-jingkrakHari ini kami (beberapa orang sekantor) berkunjung untuk makan siang ke sebuah rumah makan di bilangan Setiabudi Tengah No. 11, rumah makan ini menurut saya cukup “antik”, dengan nama Mbah Jingkrak, sebuah rumah makan yang mengklaim dirinya Spesial Masakan Jowo… dengan bantuan om gugel (GoogleEarth) posisi rumah makan ini ada di sekitaran 6°12’31.94″S dan 106°49’35.91″E (koreksi kalo salah ya, soalnya gak bawa GPS nih)

Suasana tempat makan cukup “cozy”, pada bagian depan sebelum tamu masuk ke tempat makan, masakan dihidangkan untuk dapat dipilih pengunjung, beberapa jenis masakan ala Jawa sesuai judul rumah makan ini … nasinya dapat kita pilih dari jenis nasi merah atau nasi putih biasa (yang disajikan diatas prirng dengan alas daun pisang), lauk-pauk (beberapa jenis ikan, tahu/tempe, telor, ayam) dan sayur mayur serta sambal terdapat beberapa pilihan… salah satu sambal special mereka diberi nama “sambal iblis”… he. he. he. mungkin paling tuob ya pedasnya .. 

spanduk-mbah-jingkrakkolam

Untuk sebuah rumah makan menurut saya menu yang disajikan “biasa-biasa plus” saja (maklum sih bukan pakar kuliner… he. he. he), alias tidak terlalu istimewa (cukup mak nyussss sih yaa …), namun suasananya yang cukup  memukau saya, dibagian belakang restoran bernuansa  kolam renang, dan makan siang diiringi dengan langgam-langgam jawa..  

Hari ini adalah kali kedua saya makan ditempat ini, dan pada kunjungan ini kami kebetulan  mendapat tempat di ujung belakang yang ternyata menyediakan beberapa rak yang berisi koleksi buku-buku menarik, dari mulai topik yang “ringan dan lucu” (olahraga misalnya) sampai topik-topik management yang cukup “berat”.

rak-bulku

8789-words-of-wisdomNah cerita menarik lain terjadi setelah saya melakukan “browsing” beberapa buku, mata saya terpaku pada sebuah buku kecil yang berjudul “8,789 Words of wisdom – by Barbara Ann Kipfer“, dari sekian ribu kata yang tertulis beberapa kata cukup mengesankan saya antara lain:

  • To teach is to learn twice
  • Seing life as an optimist is worth much more then money
  • Make happiness a habit
  • Make forgivness a practice

Wow … kata-kata ini seakan menjadi jawaban dari beberapa masalah yang selama ini saya miliki … kenyang deh hari ini, kenyang diperut, kenyang dipikiran dan kenyang dihati … serta kenyang dikantong (karena ditraktir he. he. he)  Alhamdullilah ….

peta
Lokasi rumah makan Mbah Jingkrak

Catatan tambahan:

  • Parkir cukup nyaman dengan tukang parkir (sekaligus bisa valet parking) yang ramah, kaca mobil diberi penutup panas
  •  Cukup murah (subyektif sih … makan berdelapan dibawah 400rb ..)
  • dan yang paling penting … krupuk GRATIS SEPUASNYA …. he. he. he. 
Advertisements
Lessons of Life

Menjadikan ayat-ayat kitab suci sebagai sumber pengetahuan kita

Dalam ilmu manajemen pengetahuan yang selama ini kita pelajari, definisi “pengetahuan” menurut Plato adalah .. justified true belief .., dari sudut pandang lain Xerox menbedakan antara kata information dari kata knowledge dengan definisi berikut: .. Knowledge is information into action … Jadi dapat juga diartikan bahwa jika sebuah informasi telah dapat digunakan sebagai bagian dari (pengambilan keputusan) aksi/tindakan kita maka informasi tersebut telah berubah menjadi sebuah pengetahuan (knowledge) dalam diri kita.

Dalam konteks judul diatas mungkin kadang-kadang tidak kita sadari bahwa betapa kita telah menggunakan isi kitab suci hanya sebagai sumber informasi semata, walapun sudah sering kali kita membacanya kadang tingkah laku kita masih tidak tercermin sebagaimana yang tertuang didalamnya, artinya informasi (ayat yang kita baca) masih tidak menjadikan aksi (amal) dalam kehidupan kita sehari-hari sesuai dengannya ….

Pun dari definisi pengetahuan sebagai justified true believed sering kali kita tidak menyadari bahwa kita hanya menerima isi kitab suci begitu saja .. take it for granted .. kita lupa bahwa Allah memberi kita dengan kekuatan akal, kita sering lupa dengan tidak melakukan evaluasi (pemahaman) atas ayat-ayat yang kita baca, mengapa ia diturunkan …. dan apa manfaatnya untuk kita (umat manusia) … sesunggunya kita diperintahkan untuk selalu ‘membaca’ (membuka akal pikiran kita dan memahami), baik ayat-ayat yang tertulis, maupun ayat-ayat yang tidak tertulis (yang tergambar dalam alam semesta ini) …

Lessons of Life

Memaknai Hidup **

** terinspirasi dari kutbah jum’at masjid Tangkuban Perahu, 31 Oktober 2008

Maknai hidupmu dengan lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya

  1. Maknai masa mudamu sebelum datangnya masa tuamu
  2. Maknai masa sehatmu sebelum datangnya sakitmu
  3. Maknai kekayaanmu sebelum datangnya masa miskinmu
  4. Maknai waktu luangmu sebelum datangnya masa sibukmu
  5. Dan diatas semuanya, maknai hidupmu sebelum datangnya matimu

Demi masa (waktu) sesunggunya manusia selalu dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman yang selalu saling nasehat-menasehati dalam kebaikan dan kesabaran